Daerah  

Jeritan Warga Transmigran Sungai Durian : Tolong Kami Pak Jokowi, Sudah 70 Tahun Belum di Bangunkan Jalan

KOMPASPOPULARNEWS.COM – Masyarakat trasmigran generasi kedua dan ketiga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan barat mengaku kecewa dengan sikap pemerintah setempat yang tidak peka dengan keluhan masyarakat.

Bahkan, sudah bertahun-tahun jalan-jalan di desa warga rusak parah, namun pemerintah daerah sepertinya mengabaikan untuk memperbaiki. Apalagi, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses alur perekonomian dan keluar masuk untuk membawa hasil bumi ke pasar.

Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Hal tersebut juga diperkuat oleh Kepala Dusun Sidomulyo Suyono pada awak media pada Jumat (18/11/2022) bahwa kerusakan jalan ini sudah cukup lama. Sehingga, belakangan semakin parah dan nyaris tidak bisa dilewati.

Lebih lanjut, Kadus Suyono menjelaskan, fungsi jalan tersebut begitu sangat vital bagi 605 KK atau sebanyak 2670 jiwa sebagai satu-satunya akses warga untuk berhubungan dengan dunia luar.

“Keterlambatan pembangunan infrastruktur seperti jalan, parit, saluran irigasi, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dusun Sidomulyo jadi terlambat dan terhambat,” ungkap Suyuno.

Contohnya ungkap Suyono, masih banyak jalan-jalan yang masih berupa tanah yang ketika hujan akan menjadi licin yang membahayakan warga yang melintas dan saluran irigasi yang belum dibuat. Kesemuanya berdampak pada hasil produksi pertanian menjadi terganggu dan tidak maksimal, padahal ini merupakan tulang punggung ekonomi warga objek sidomulyo.

Dengan areal lahan transmigrasi seluas 10.000 ha, dimana sebagiannya diperuntukan untuk lahan pemukiman dan sebagian lagi diperuntukan lahan pertanian. Kurang lebih sekitar 3000 hektar telah dimanfaatkan sebagai lahan untuk sayur sayuran dan permukiman. Sedangkan, yang sisa 7000 ha adalah peruntukan sebagai lahan produksi ketahanan pangan seperti tanaman jagung, padi, dan umbi umbian.

Di samping itu, Suyono menjelaskan, lahan seluas 7000 ha inilah yang sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, terutama dari pemerintah pusat. Dimana masih sangat diperlukan adanya pembangunan saluran irigasi, pembangunan jalan-jalan yang layak, yang kesemuanya itu dapat mempermudah kelancaran aktifitas tanaman hortikultura dan Pertanian.

“Kami sangat berharap penuh kepada pemerintah pusat untuk dapat membantu kami menjadikan lahan yang seluas 7000 ha ini menjadi lahan-lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dan tidak kalah pentingnya pembangunan infrastruktur jalan serta drainase di areal permukiman dan saluran irigasi dilahan pertanian dan tanaman hortikultura yang seluas 3000 ha,” beber Suyono penuh harap.

Kemudian, Suyono juga memaparkan, perlu kami sampaikan bahwa panjang jalan utama, jalan poros, jalan gang-gang, kesemuanya tidak kurang dari 52 km. Baik yang berada dilahan permukiman maupun yang berada dilahan pertanian.

Oleh karenanya, warga dusun sidomulyo keturunan kedua dan ketiga sangat berharap kepada Bapak Presiden RI Ir. H. Joko widodo berkenan datang dan meninjau langsung kondisi ini. Tentunya untuk membangun kembali lahan transmigrasi Sungai Durian menjadi layak bagi masyarakat transmigrasi. Sehingga, Masyarakat dapat hidup layak dan makmur sejajar dengan warga masyarakat desa-desa sekitarnya.

“Kami sangat berharap adanya bantuan secara khusus terhadap lahan pertanian kami yang seluas 7000 ha ini dapat di cetak menjadi lahan produktif guna produksi tanaman ketahanan pangan,” tutup Suyono. [red/kpn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *