Berita Terkini, Terpercaya, dan Tanpa Batas Dalam Era Digitalisasi
Indeks

Kasus Pencurian Sapi Brutal di Desa Umbu Langang: Peternak Lokal Mencari Keadilan

KOMPASPOPULARNEWS – Malam hari, sebuah kasus pencurian sapi yang menggemparkan terjadi di wilayah Desa Umbu Langang, Dusun Praimoni, Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kejadian ini, seekor sapi milik peternak lokal bernama Hiwa P. Padu, yang biasa disapa Bapak Gusti, dicuri orang pada malam hari di padang sekitar dengan cara yang kejam, yaitu menggunakan perangkap tali (jirat).

Sapi tersebut digiring ke arah perangkap, dan setelah masuk perangkap, mereka menyembelih (memotong-motong) sapi tersebut, mengambil daging bagian badannya saja dan menyisakan kepala serta kaki sapi di lokasi kejadian.

 

Lebih mirisnya lagi, pelaku pencurian masih sempat membuang kulit sapi yang dipisah dari dagingnya di sekitaran rumah ibu kandung Bapak Gusti.

 

Kejadian ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menimbulkan trauma bagi peternak lokal. Peternak lokal berharap keadilan bisa segera ditegakkan demi keamanan dan kesejahteraan mereka

“Pencuri ambil dagingnya saja, dan mereka masih sempat buang dia punya kulit dibawah rumah mama kandung saya,” ungkap Gusti dengan nada kecewa.

Pemilik kehilangan sapi bukan hanya 1 ekor saja melainkan 4 ekor, dan hilang di hari yang berbeda-beda dan yang paling memprihatinkan dan membuat pemilik merasa sedih adalah sapi tersebut di sembelih dilokasi kejadian.

Atas kehilangan tersebut, total kerugian yang dirasakan oleh pemilik ternak berkisar Rp.60.000.000 rupiah.,
Setelah di konfirmasi oleh media, pemilik memilih tidak melaporkan kejadian kehilangan ke pihak kepolisian, akan tapi memilih untuk melaporkan pada tetua adat setempat untuk diritualkan secara adat istiadat leluhur yaitu Marapu (Hailang Ta Marapu) yang merupakan agama kepercayaan Masyarakat Sumba.

Pemilik telah melaporkan pada tetua adat pada hari Sabtu, 22 Juni 2024, tetua adat memberi waktu hingga hari Senin, 24 Juni 2024 agar pelaku pencurian menyerahkan diri ke kepolisian atau pemilik ternak. “Jika tidak ada itikad baik dari pelaku pencurian maka senin malam ritual adat akan dilaksanakan dan resiko ditanggung oleh pelaku pencurian sendiri.”

“Ritual Marapu kalau sudah terjawab, yang pertama pelaku disambar kilat (petir), yang kedua kecelakaan kendaraan, atau teman sendiri potong dia,” ungkap Gusti dalam memberikan gambaran resiko yang akan diterima pelaku pencurian jika tidak sesegera mungkin menyerahkan diri.

Kejadian pencurian ternak peliharaan ini menimbulkan kekhawatiran yang serius di kalangan masyarakat dan para peternak lokal karena kasus pencurian ternak peliharaan sudah sering terjadi dan menjadi momok menakutkan dalam lingkup masyarakat yang memiliki ternak peliharaan di Pulau Sumba.

Kasus pencurian ternak peliharaan ini tidak hanya merugikan secara materi, akan tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di antara peternak.

Pencurian ternak peliharaan milik Hiwa P. Patu telah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, dalam kejadian tersebut tercatat sebanyak 9 ekor kerbau hilang tanpa jejak pada tahun 2021 yang lalu, dengan angka kerugian pemilik sekitar 300.000.000 rupiah.

Bahkan, ketika itu pemilik sudah melaporkan kejadian kehilangan tersebut di kepolisian Polsek Katikutana tapi tidak ada hasil yang memuaskan hingga saat ini, pihak kepolisian kesulitan mengungkap kasus tersebut karena minimnya sumber dan barang bukti.

“Saya sudah lapor di kepolisian Polsek Katikutana, anggota Polsek katikutana dan Polres Sumba Barat, begitu berjuang dan berusaha, namun karena pencuri begitu lihai, mereka tidak bisa dapat barang bukti,” katanya.

“Kami mengajak semua pihak, baik itu Pemkab Sumba Tengah, Kepolisian, dan Masyarakat untuk lebih intensif dan bekerja sama dalam memerangi pencurian dan kejahatan lainnya yang menggerogoti kehidupan Masyarakat. Jika hal ini tidak diatasi lebih dini, ini akan menjadi masalah yang secara terus menerus menghambat perekonomian masyarakat,” pungkas Gusti.[kpn]

jasa-pembuatan-google-maps-bisnis-perbaikan-disuspen-solusinya
Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *