Kepala Sekolah Bersama Komite Sekolah SMUN 1 Parung Panjang Rapat Musyawarah Panitia Wisuda dan Studi Tour

KOMPASPOPULARNEWS.COM – Pelaksanaan pelepasan siswa kelas XII perlu dilakukan rapat musyawarah panitia tentang kegiatan wisuda dan Studi tour. Kegiatan rapat bertempat di SMUN 1 Parung panjang Jl. Raya Sudamanik, Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Kamis (2/2/2023)

Rapat musyawarah dipimpin Kepala Sekolah SMUN 1 Parung Panjang Dr. Dudung Nasrullah Koswara, M.Pd yang diikuti Ketua Komite Sekolah Ujang Sutisna, Wakil Ketua Komite Eman Suherman, Panitia Wisuda, serta Wali Kelas XII beserta seluruh Wali Murid kelas XII IPA/IPS.

Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Ketua Komite Sekolah Ujang Sutisna dalam rapat tersebut menyampaikan, keputusan kegiatan oleh wali murid sifatnya baik. Tentu kami akan memfasilitasi kegiatan ini. Akan tapi itu dikembalikan pada wali murid, kalau kesepakatannya tidak dilaksanakan, ya tentu kami tidak melaksanakannya agar tidak menimbulkan fitnah.

Dari hasil rapat musyawarah, semua wali murid menyepakati untuk melaksanakan kegiatan wisuda dan Studi tour. Dengan pertimbangan bahwa kegiatan ini sebagai momen penting bagi siswa untuk memiliki kenang-kenangan dan bukti kebanggaan sebagai alumni SMUN 1 Parung Panjang.

Seusai kegiatan rapat musyawarah para awak media menemui beberapa wali murid untuk dimintai pendapatnya terkait hasil yang telah disepakati.

Wanta Afandi salah seorang wali murid kepada awak media mengatakan, dari hasil rapat musyawarah menyepakati pelaksanaan kegiatan wisuda dan studi tour.

“Kami telah menyepakati untuk melaksanakan kegiatan dan mengenai besaran biaya memang ada yang mampu dan kurang mampu,” terang Afandi.

Lebih lanjut, Wanta menjelaskan bahwa bagi Wali Murid yang kurang mampu, Komite Sekolah beserta Dewan Guru akan mengupayakan dengan adanya subsidi silang, tujuannya agar semua siswa-siswi bisa turut ikut dalam kegiatan ini tanpa terkecuali.

“Kami apresiasi  Komite Sekolah dan semua Dewan Guru, dengan adanya upaya subsidi silang untuk siswa atau wali murid yang kurang mampu agar semua bisa ikut. Musyawarah seperti ini bagus. Artinya, ada keterbukaan sehingga kami paham,” tutup Wanta Afandi salah satu wali murid kelas XII IPS 3. [red/kpn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *