Langgar Jam Operasional, Masyarakat Minta Truk Pengangkut Tambang Ditertibkan

Langgar Jam Operasional, Masyarakat Minta Truk Pengangkut Tambang Ditertibkan

KOMPASPOPULARNEWS – Kecamatan Parungpanjang telah melaksanakan kegiatan apel gabungan Muspika dan dilanjutkan melakukan penyetopan kendaraan truk jenis tronton pengangkut galian C dari arah Cigudeg menuju Tangerang.

Hal ini, bertujuan untuk menghindari peningkatan lalu lintas tronton yang melintas dan mengurangi polusi debu selama musim kemarau di sepanjang jalan Cigudeg, Parungpanjang, Kab Bogor.

Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Pada Rabu (6/9/2023) pukul 17.00 WIB, sebanyak 20 personel yang terdiri dari unsur TNI-POLRI Parungpanjang, Dishub, dan Satpol-PP telah melaksanakan kegiatan tersebut di Kp Cijapar, Jl Raya Sudamanik, Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Nampak hadir dalam giat Unsur Muspika Kecamatan Parungpanjang, Kanit Lantas IPDA Suwardi dari Polsek Parungpanjang, anggota Koramil 0621-23/PP yaitu Serda Kusnadi, serta Suandi dari Dinas Perhubungan. Satpol-PP Cahyono juga turut hadir dalam acara tersebut.

Penyetopan truk tambang yang melintas di jalan Parungpanjang tersebut menindaklanjuti hasil kesepakatan antara unsur Muspika kecamatan Parung panjang yang di inisiasi oleh Camat Icang Aliudin, S.Pd., S.I.P., M.M., Danramil 0621-23/PP Kapten Inf Muyadi.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Danramil 0621-23/ Parungpajang Tenjo Yang Energik

Karena banyaknya aduan dan keluhan dari masyarakat pengguna jalan khususnya masyarakat Kecamatan Parungpanjang yang paling sangat terdampak dengan adanya operasional kendaraan besar setiap hari dengan parkir sembarangan di bahu jalan.

Sebelumnya, Pemkab Bogor mulai menerapkan jam operasional bagi truk tambang yang melintas. Truk boleh melintas pada Pukul 20.00 wib – 05.00 wib. Peraturan itu mulai berlaku pada 30 Desember 2021. Bahkan, pelanggar akan dikenai sanksi tilang, akan tetapi pada kenyataannya setiap hari adanya pelanggaran tapi tidak adanya penindakan dari instansi terkait.

Danramil 0621-23/Parungpanjang  saat dimintai keterangannya mengatakan, penyetopan truk tronton jenis dump truck pengangkut tambang ini merupakan kesepakan unsur muspika kecamatan Parungpanjang,

“Pada hari ini tanggal 6 September 2023 Atas kesepakan unsur Muspika Parung panjang Giat ini dilaksanakan kegiatan penyetopan terhadap tronton dump truck indeks 24 pengangkut hasil tambang yang mengakibatkan debu di sepanjang jalan raya Sudamanik -Parungpanjang sekitar 10 km dan melanggar PERBUP Kabupaten Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang Pada Ruas Jalan Di Wilayah Kabupaten Bogor,” terang Danramil.

“Kami berusaha untuk mengurangi dampak debu yang rawan akibat situasi iklim yang panas dan kekeringan dengan melakukan penyiraman jalan 3 kali sehari dari ujung desa Legok sampai desa Jagabaya,” imbuh Danramil.

Dengan beroperasinya truk pengangkut tambang yang tidak sesuai dengan jam operasional maka dari itu masyarakat meminta pemerintah tidak tutup mata dengan adanya persoalan ini. Karena, selain akan mengganggu pengendara lain, kemacetan juga akan berdampak pada arus lalulintas dan juga polusi udara akan berdampak pada masalah kesehatan masyarakat sekitar.[kpn/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *