Berita Terkini, Terpercaya, dan Tanpa Batas Dalam Era Digitalisasi
Indeks

Perundungan Terjadi di Dalam Sekolah Dan Diduga Pihak SMK Taruna Terpadu 1 Boash Lepas tanggung jawab

KOMPASPOPULARNEWS.COM – SMK Taruna Terpadu 1 Boash atau lebih dikenal dengan nama SMK Borcess Ashikal Hajar yang beralamat di Jln Salabenda, Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, tempat terjadinya dugaan tindakan perundungan ( bully ) yang mengakibatkan luka-luka dan perusakan 1 unit Hp serta Tablet.

Kejadian tersebut menimpa seorang murid berinisial D kelas X TSM 2, yang sangat di sayangkan kejadian itu sendiri terjadi di depan kelas korban. Pelaku yang berinisial R merupakan teman satu kelas dari korban.

Diduga telah menjadi satu kelalaian yang di lakukan oleh pihak sekolah.

Hal tersebut diduga telah menjadi satu kelalaian yang di lakukan oleh pihak sekolah sehingga bisa terjadinya tindakan tersebut, kejadian perundungan itu sendiri terjadi pada hari Rabu 15 Februari 2023.

Keesokan harinya, orang tua korban mendatangi sekolah untuk mempertanyakan bagaimana tanggung jawab dari pihak sekolah sehingga bisa terjadi kasus perundungan ini, yang notabene ada di dalam lingkungan sekolah.

Selanjutnya, Dwi Septi Ariani selaku orang tua korban mempertanyakan hal itu kepada pihak sekolah. Bagaimana sampai perundungan itu bisa terjadi di dalam sekolah, maka pihak sekolah sudah lalai.

“Karena, membiarkan dan menyebabkan murid hingga terluka. Sedangkan perundungan anak dibawah umur tertuang didalam pasal 80 UU No. 35 tahun 2014,” ujarnya.

Guru kesiswaan mendengarkan permasalahan serta menanggapi masalah perundungan

Kemudian, pihak orang tua korban bertemu dengan Ibu Cinta dan Bapak Nurdin bidang kesiswaan, selanjutnya Guru kesiswaan mendengarkan permasalahan serta menanggapi masalah perundungan yang terjadi terkait perusakan barang milik korban.

Langkah selanjutnya, pihak sekolah berjanji akan menindaklanjuti serta mengambil keputusan, yaitu akan memberikan surat peringatan 1-3 yang isi di antaranya bisa mengakibatkan pelaku dikeluarkan.

Orang tua korban ingin meminta penjelasan dari pihak Ketua Yayasan.

Selain itu, orang tua korban juga ingin meminta penjelasan dari pihak ketua yayasan, akan tetapi tidak bisa ditemui dengan alasan sedang keluar.

Setelah melewati mediasi yang memakan waktu, pihak sekolah mempertemukan kembali pada hari Sabtu, 25 Februari 2023, akan tetapi pada kasus perundungan ini pihak sekolah hanya melemparkan kembali kepada orang tua pelaku, dengan kata lain pihak sekolah tidak ingin bertanggung jawab dengan kejadian yang terjadi dilingkungan sekolah.

Pada hari yang sama, pukul 19.00 wib orang tua korban perundungan mendatangi Mapolres Kabupaten Bogor untuk melaporkan kasus perudungan dengan didampingi penasehat hukumnya, dan diterima oleh tim PPA. Laporan diterima karena sudah ada unsur perundungan.

Pada Senin, 27 Februari 2023 awak media mendatangi Kantor cabang Dinas Pendidikan wilayah 1 untuk dimintai keterangannya, akan tetapi Yanuar selaku humas sedang ada diluar.

Hal itu kembali terulang saat awak media kembali datang pada hari Rabu, 1 Maret 2023, humas Yanuar sedang ada kegiatan di luar hingga awal Minggu bulan Maret.

Humas Yanuar hanya menjawab melalui pesan singkat, ini akan di sampaikan kepada pimpinan kantor cabang dinas. [albert/red]

jasa-pembuatan-google-maps-bisnis-perbaikan-disuspen-solusinya
Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *