Polsek Metro Kalideres Terapkan Restoratif Justice, Perampas Handphone Bebas

KOMPASPOPULARNEWS.COM – Polsek Metro Kalideres Jakarta Barat menerapkan proses Restorative Justice atau  mengedepankan pendekatan sosiokultural dibandingkan dengan pendekatan normatif dalam menyelesaikan kasus pencurian Handphone.

Perlu diketahui, kejadian tersebut terjadi pada sabtu 31 desember 2022 yang dialami korban bernama Selly saat ini berstatus mahasiswi. Selly warga Jalan Klingkid, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Kronologis kejadian saat mengendarai sepeda motor, Selly sedang memegang handphone, kemudian dipepet oleh pelaku (JAS) dengan berboncengan dengan pelaku lain (DP) dengan berpura-pura menanyakan alamat kepada korban.

Namun, saat korban sedang lengah pelaku merampas hp milik korban dan seketika korban berteriak, maling !!! maling !!!. Selanjutnya, kedua pelaku berhasil ditangkap dan diamankan ke Polsek Kalideres.

Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Syafri Wasdar menjelaskan, saat kami lakukan penyidikan terhadap pelaku didapat keterangan bahwa kedua pelaku adalah pengamen dan nekat melakukan aksi perampasan hp tersebut lantaran terpaksa untuk memenuhi kebutuhan membeli susu anaknya yang masih bayi.

“Pelaku ini baru saja memiliki anak yang masih bayi, namun untuk memenuhi kebutuhan membeli susu anaknya, dirinya tidak sanggup maka terpaksa melakukan perampasan hp milik korban,” ungkap Kapolsek AKP Syafri Wasdar saat dikonfirmasi, Sabtu (7/1/2023).

Di samping itu, AKP Syafri Wasdar menjelaskan, setelah kami mendapatkan keterangan dari pelaku maka kami mencoba melakukan proses restoratif justice untuk memfasilitasi dengan melakukan mediasi serta mempertemukan antara korban dengan pelaku dan kemudian kami jelaskan motif pelaku merampas hp milik korban.

Alhasil, korban Selly merasa iba dan mau memaafkan perbuatan pelaku yang telah mengambil hp untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih bayi.

“Kami dari jajaran Polsek Kalideres menerapkan proses restoratif justice, kemudian pelaku meminta maaf kepada korban. Antara korban dengan pelaku dilanjutkan untuk saling membuat surat pernyataan,” ucap Kapolsek lebih lanjut.

Selain itu, AKP Syafri mengutarakan bahwa ini merupakan atensi dari pimpinan kami, Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo melalui Bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran yang kemudian diteruskan kepada Bapak Kapolres Metro Jakarta barat Kombes Pol Pasma Royce untuk mengedepankan program restorative justice dalam penanganan perkara. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

Peraturan Polri (Perpol) tersebut yang menjadi acuan dasar penyelesaian perkara dalam proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana untuk memberikan kepastian hukum.

“Di Perpol tersebut mengatur tentang penghentian penyelidikan (SPP-Lidik) dan penghentian penyidikan (SP3) dengan alasan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif,” terang Syafri

Kedepan, pihaknya akan melaksanakan dan mengedepankan restorative justice dalam penanganan perkara sekaligus melihat faktor kemanusiaan,” imbuh Kapolsek Kalideres. [red/kpn]

Humas Polres Metro Jakarta Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *