Berita Terkini, Terpercaya, dan Tanpa Batas Dalam Era Digitalisasi
Indeks

Tradisi Sungkeman Warga Dusun Duren Sawit Salakan di Hari Raya Idul Fitri

KOMPASPOPULARNEWS – Hari ini seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah, yang jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.

Hari kemenangan setelah sebulan penuh umat Islam menjalankan Rukun Islam yang ketiga yaitu Ibadah Puasa, menang menahan lapar dan menang melawan hawa Nafsu.

Tradisi umat Islam dalam merayakan kemenangan yang paling dominan adalah tradisi mudik. Hal ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak jaman dahulu.

“Jaman nenek moyang kita tradisi ini sudah ada dan sudah kewajiban, karena di balik mudik ada makna yang sangat mendalam, yakni Silaturahmi, bertemu dengan orang tua, bertemu dengan sanak saudara, itulah yang menjadi kerinduan untuk mudik,” ujar Nana pimpinan umum media online kompaspopularnews.com.

Desa Kalisari, Dusun Duren Sawit Salakan, Kecamatan Tempuran, Magelang, Prov. Jawa Tengah, salah satu desa yang selalu menjalankan tradisi sungkeman di saat Hari Raya Idul Fitri. Tradisi sungkeman berlaku bagi mereka yang masih usia muda, yang masih memiliki orang tua, orang yang di tuakan atau yang dihormati.

Mas Jun panggilan akrab warga Dusun Salakan Duren Sawit, yang juga Ketua RT.06 usai menjalankan Salat Ied, Jun mulai sibuk mengatur warganya untuk menjalankan tradisi Sungkeman.

Tradisi sungkeman berlaku bagi mereka yang masih usia muda, yang masih memiliki orang tua, orang yang di tuakan.
Tradisi sungkeman berlaku bagi mereka yang masih usia muda, yang masih memiliki orang tua, orang yang di tuakan.

“Hari ini kita merayakan Idul Fitri, tentunya ini kesempatan baik, bulan baik untuk saling bermaaf-maafan, dan saling mendoakan. Hari ini kita akan melaksanakan tradisi sungkeman, dimana kita akan sungkem kepada orang tua kita dan orang yang kita tuakan. Semoga kita mendapat berkah dari Allah SWT,” tutur Jun.

Selanjutnya, Jun menjelaskan bahwa kita akan melakukan sungkeman dengan satu perwakilan saja, supaya tidak terlalu lama. Karena, kita akan berkeliling ke semua warga Duren Sawit. Dengan Membaca Bismillahirrahmanirrahim, dengan ridho Allah SWT kita mulai sungkeman.

Kozim, salah satu warga Duren sawit mengakui bahwa tradisi sungkeman sangat sakral, dimana inti dari sungkeman adalah mohon doa restu dari orang tua kita.

“Dengan Selesainya kita menjalankan ibadah puasa selama satu bulan, maka kita seperti bayi yang baru lahir, dilahirkan kembali, jadi kita butuh kekuatan doa dari orang tua dan orang yang kita hormati. Itu menurut saya tentang makna Sungkeman,” jelasnya.[NN/kpn]

jasa-pembuatan-google-maps-bisnis-perbaikan-disuspen-solusinya
Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *