Yayasan World Harvest Meriahkan Kemerdekaan Indonesia dengan Pembukaan 5 Perpustakaan di Serve The City

Yayasan World Harvest Meriahkan Kemerdekaan Indonesia dengan Pembukaan 5 Perpustakaan di Serve The City

KOMPASPOPULARNEWSDalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-78 tahun 2023, Yayasan World Harvest mengadakan kegiatan bertajuk “Serve The City Edisi Kemerdekaan – Indonesia Cerdas dan Ceria”.

Perayaan yang diselenggarakan di Sekolah Wahana Harapan (SWH) Tegal Angus, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023, yang dimulai dari Pukul 10.00 – 13.30 WIB. Juga digelar berbagai kegiatan berbasis edukasi yang diikuti oleh para siswa di SWH Tegal Angus dan juga anak-anak warga masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

Whats-App-Image-2023-08-05-at-12-42-02

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Lorenzo saat ditemui di sela-sela acara yang tengah berlangsung mengatakan, bahwa kegiatan ini semata-mata diselenggarakan selain dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-78, juga sebagai bentuk kepedulian Yayasan World Harvest yang menaungi SWH Tegal Angus, terhadap warga masyarakat yang berada dilingkungan sekitar sekolah.

“Pada perhelatan kali ini pihaknya juga menyelenggarakan kegiatan berbasis edukasi yakni Membaca dan Bermain Ceria bersama 2500 anak dan Keluarga di 5 Komunitas Marjinal,” jelas Lorenzo.

Sementara itu, Chairman of World Harvest Dr. Jimmy Oentoro memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah turut serta merealisasikan kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke+78 yang bertemakan “Indonesia Cerdas Ceria.”

“Baru-baru ini betapa kita semua menjadi terhenyak, dengan pernyataan dari UNESCO yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah sebagai negara nomor 2 terbawah untuk tingkat literasi nya,” ujar Dr. Jimmy Oentoro

Selain itu, menurut Dr. Jimmy Oentori bahwa pernyataan UNESCO tersebut, seyogyanya harus menjadi keprihatinan bagi seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.

“Oleh karena itu, melalui kegiatan Serve The City yang mengangkat salah satu thema nya yang luar biasa cemerlang, yakni “Indonesia Cerdas Ceria” telah direalisasikan dengan dibangunnya sebanyak 5 Perpustakaan yang telah disediakan di lingkungan SWH yang berada dibawah naungan Yayasan World Harvest,” ungkap Dr. Jimmy Oentoro.

Perlu diketahui, bahwa dengan telah diresmikannya perpustakaan di SWH Tegal Angus Tangerang, juga perpustakaan lainnya telah ada di SWH Kedaung Tangerang, SWH Kp. Melayu Tangerang, SWH Sewan Kebon, Tangerang dan juga di SWH Wates Bogor.

Di kesempatan itu, Dr. Jimmy Oentoro juga sekaligus mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mensosialisasikan tentang pentingnya literasi, dimana keberadaan buku merupakan sebagai jendela untuk melihat dunia.

“Kami juga merasa salut sekaligus merasa bangga dengan sikap kepedulian yang diperlihatkan oleh bapak Kholid Ismail selaku Ketua DPRD Tangerang yang berkomitmen akan hadirkan Desa Pendidikan di Wilayah Tegal Angus,” ujar Dr.Jimmy.

Indonesia adalah sebuah bangsa yang penuh dengan banyak potensi. Namun pun itu ternyata hingga saat ini masih terdapat ribuan anak Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak, guna membuka pemikiran mereka, mengembangkan pengetahuan mereka dan juga sekaligus untuk membuka pintu kesempatan terhadap kehidupan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Yayasan World Harvest Garry Kurniawan, MM yang juga menyebut bahwa Indonesia sebagai negara nomor 2 paling bawah terkait literasinya.

Dan, menurut Garry bahwa salah satu penyebab rendahnya minat literasi tersebut, adalah karena ketersediaan jumlah bahan bacaan dengan total jumlah penduduk Indonesia memiliki rasio nasional 0,09.

“Artinya satu buku ditunggu oleh 90 orang untuk giliran membaca buku itu,” ungkap Garry.

“Dan, ketersediaan akses kepada buku pun sangat terbatas sehingga hampir dikatakan bahwa anak-anak Indonesia dast ini tidak memiliki kesempatan untuk membaca buku yang menarik,” sambung Garry

“Di tanah kita yang berwarna-warni ini, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi dengan ceria. Perjalanan mereka dimulai dengan sebuah buku, yakni alat sederhana, namun bisa mengubah hidup,” pungkasnya.[kpn/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *